Senin, 17 Juni 2013

Why Don't You Have Wings to Fly With?*


Aku mengobrol absurd dengan seseorang tadi pagi. Ia duduk di dekatku, satu bangku di sebelah kiri. Kami sedang antri di depan loket teller BRI. Aku jarang menyapa orang asing. Tapi bapak itu, yang berkacamata, berkumis, dan punya rambut sepanjang Harry Potter ketika kelas satu itu, tiba-tiba bilang;

“Berat...”

“Kenapa, Pak?” tanyaku.

“Berat, hidup.”

Lalu kami sama-sama tertawa kecil.

“Mau nabung ya, Pak?”

“Iya, nih. Begini terus. Nabung, diambil, nabung diambil. Sampe udah ganti buku.”

Aku berhehe-hihi saja. Berusaha terlihat sopan karena ia bapak-bapak.

“Gimana lagi ya, dijalani aja, namanya hidup.”

Aku tersenyum, mengatakan ‘iya’ samar, dan hanya mengangguk-angguk. Tadi sudah kubilang aku jarang bicara dengan orang asing, bukan? Jadi aku tidak bicara apa-apa lagi sampai nomor antrianku dipanggil. Setelah menabungkan beberapa rupiah, ke rekening yang bukan milikku, aku pamit pada si bapak, kemudian pergi.

Di luar, mas tukang parkir sedang berdiri. Aku segera memberinya seribu. Sebetulnya, aku tidak merasa perlu dibantu menarik motor dari belakang. Tapi mas tukang parkir menarik besi belakang motorku sementara aku sudah naik. Itu memang selalu dilakukannya karena itu sudah tugasnya. Mungkin, sesekali ia juga akan mengeluh bahwa hidupnya berat.

Memang ada banyak orang yang harus membuang risaunya dengan mengeluh. Aku juga, meskipun sering berusaha supaya tidak mengeluh toh juga akan tetap sering mengeluh.

Haha. :’)


Ngomong-ngomong, hampir ramadhan. Bapak dan Ibuk apa kabar, ya?





*Judul diambil dari lirik lagu Donna-Donna

1 comments:

selaksarasa mengatakan...

aku sering mengeluh. masih :'D

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini