Senin, 06 Mei 2013

Segelas Air Putih



Sejak kecil aku sudah suka berkhayal. Aku membayangkan bagaimana jika aku bisa terbang. Juga, bagaimana jika tubuhku bisa menyusut dan masuk ke dalam mobil-mobilan kecil lalu mobil itu bisa kusetir dan aku bisa berkeliling kemanapun yang kuinginkan (ngng, ketika kecil, mainanku bukan boneka, memang, tapi banyak yang mobil-mobilan. -__- Mungkin karena boneka harganya mahal. Kalau mobil ‘kan ada yang dari plastik. :D). Aku pernah membayangkan bahwa jika aku menutup kepalaku dengan ember, lalu membaca mantra-mantra, ketika embernya kulepas aku akan jadi invisible yang tidak terlihat orang-orang.

Kebiasaan mengkhayal itu pasti terbawa sampai sekarang. Kadang, itu membuatku sedih berlebihan. Sedih, karena, tidak semua hal yang kubayangkan bisa kuwujudkan, entah dengan cara mudah atau upaya yang sudah sangat susah payah.

Aku menemukan quote sialan dari cerpen Dee (yang bahkan padahal belum kubaca bukunya). Katanya begini:

"...dan kamu tahu? Aku tidak butuh dia. Yang kubutuhkan adalah orang yang menyayangi aku... dan segelas air putih."

Setelah googling dan menemukan cerpen utuhnya, yang judulnya Curhat untuk Sahabat, aku terenyuh. Dadaku berdesir. Aku ingin menangis, dan aku tahu kenapa ingin menangis. Kenapa Dee harus sering begitu, sih? Maksudku, kenapa Dee selalu membuat tokoh perempuannya menyerah, dan berhenti menyayangi siapapun yang disukainya, lalu Dee membuat si tokoh menyadari bahwa yang harusnya ia lakukan adalah memilih laki-laki lain yang menyanginya saja.

Aku sedih. Hahaha. Aku sedih tapi tak mengapa. Aku tahu apa sebabnya, aku tahu bagaimana mengatasinya. :’)

0 comments:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini